Jumat, 10 April 2009

AKAR (RADIX)





AKAR (RADIX)

Akar merupakan salah satu organ tumbuhan yang paling penting disamping batang dan daun, bagi tumbuhan yang tumbuhnya telah merupakan kormus. Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut. Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra, ada yang mengandung butir-butir amylum dinamakan kolumela.
Secara umum, akar mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a. Bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tubuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju kea rah air (hidrotrop).
b. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian lainnya,
c. warna tidak hijau. Warna yang dimiliki biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan,
d. tumbuh terus pada ujungnya/tudung akar, tapi pada umumnya pertumbuhan akar lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan batang.
e. bentuknya sering meruncing, hingga lebih mudah untuk menuju tanah.
Terhadap tumbuhan, akar tersebut memiliki fungsi sebagai:
a. penopang berdirinya tumbuhan tersebut,
b. penyerap air an zat-zat makanan yang terlarut dalam air yang terdapat di dalam tanah,
c. pengangkut air dan zat-zat makanan dari dalam tanah ke bagian organ-organ tubuh tumbuhan yang memerlukan
d. terkadang akar juga bias berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.

Berkaitan dengan cara-cara hidup yang perlu disesuaikan dengan keadaan tertentu, pada sebagian jenis tumbuhan kita dapati akar-akar yang mempunyai sifat dan tugas khusus, seperti:
1. Akar udara atau akar gantung (radix aereus)
Akar ini keluar dari bagian-bagian diatas tanah, menggantung di udara dan tumbuh kea rah tanah. Bergantung pada tingginya tepat permukaan dimana akar itu keluar, akar udara ini panjangnya bias mencapai 30 m. Selama masih menggantung, akar ini hanya dapat berfungsi menyerap air dan gas dari udara dan sering kali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air/udara yang disebut dengan vilamen, tetapi setelah mencapai tanah. Bagian yang sudah mencapai tanah, kerjanya seperti akar biasa, menyerap air dan zat makanan dari tanah.
Sebagai contoh, adalah tumbuhan Beringin (Ficus benjamina L.), yang mempunyai klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

Beringin (Ficus benjamina L.) • Kerajaan : Plantae
• Divisi : Magnoliophyta
• Ordo : Urticales
• Famili : Moraceae
• Genus : Ficus
• Spesies : Ficus benjamina


Di daerah kampus, kami melakukan penelitian terhadap akar udara, yang dalam hal ini kami berikan contoh pohon beringin seperti yang tercantum diatas.
2. Akar Penggerek atau akar penghisap (haustorium)
Akar ini merupakan akar-akar yang terdapat pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit dan berguna untuk menyerap air maupun zat makanan dari inangnya. Contohnya seperti pada tanaman Benalu (Loranthus), yang mempunyai klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

Benalu (Loranthus) • Kerajaan : Plantae
• Divisi : Magnoliophyta
• Kelas : Magnoliopsida
• Ordo : Santalales
• Famili : Loranthaceae
• Genus : Loranthus


Benalu (loranthus) merupakan jenis tumbuhan yang hidupnya tidak memerlukan media tanah. Ia hidup sebagai parasit, menempel pada dahan-dahan pohon kayu lain dan mengisap mineral yang larut dalm pohon kayu yang ditempelinya dapat mati. Bunga benalu berkelamin tunggal biji buahnya mengandung getah. Pengembangbiakannya melalui binatang atau burung yang memakan biji buah benalu tersebut. Proses pengembang-biakannya sangat sederhana: biji benalu yang bergetah itu dimakan binatang atau burung. Kemudian biji benalu tersebut melekat di dahan dahan kayu bersama dengan kotoran burung yang memakannya, dan tumbuh di dahan itu

3. Akar Pelekat (radix adligans)
Akar-akar yang keluar dari buku-buku batang tumbuhan memanjat dan berguna untuk menempel pada penunjangnya saja. Contohnya seperti pada tumbuhan Sirih (Piper betle L.)



Sirih (Piper betle L.) • Kerajaan : Plantae
• Divisi : Magnoliophyta
• Kelas : Magnoliopsida
• Ordo : Piperalens
• Famili : Piperaceae
Genus : Piper

Sirih merupakan nama sejenis tumbuhan merambat yang bersandar pada batang pohon lain. Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm .

4. Akar Tunjang atau akar egrang
Merupakan akar-akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah dan seakan-akan menunjang batang tumbuhan jangan sampai rebah, karena batang tumbuhan yang mempunyai akar seperti ini terapat diatas tanah atau air. Batang beserta akar-akar tanaman ini kesannya seperti orang yang naik diatas egrang. Akar ini juga terdapat pada tumbuhan yang hidup di tempat yang di dalam tanah, atau air dimana tempat tumbuhnya itu kekurangan oksigen, sehingga akar-akar ini selain untuk menunjang batangnya juga brfungsi untuk pengambilan oksigen dari udara. Akar sejenis ini bias dijumpai seperti pada tanaman Pandan (Pandanus tectorius Sol.), tanaman pandan tersebut memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut :

Pandan (Pandanus tectorius Sol.) • Kerajaan : Plantae
• Divisi : Magnoliophyta
• Kelas : Liliopsida
• Ordo : Pandanales
• Famili : Pandanaceae
• Genus : Pandanus

Tanaman pandan merupakan segolongan tumbuhan monokotil dari genus Pandanus. Sebagian anggotanya tumbuh di pantai-pantai daerah tropika. Anggota tumbuhan ini dicirikan dengan daun yang memanjang dan tepi yang bergerigi. Akarnya selain digunakan untuk meresap air dan zat-zat makanan, juga digunakan untuk menopang tumbuhan ini. Ukurannya bervariasi, mulai dari ukuran 50 cm sampai dengan ukuran 5 m. Dilihat dari jenisnya, tanaman ini memiliki empat jenis, yaitu ada pandan wangi, pandan laut, pandan duri dan buah merah Papua.
penelitian terhadap akar pandan ini dilakukan di daerah Tasikmalaya,

5. Akar banir
Merupakan akar yang berbentuk seperti papan-papan yang diletakkan miring untuk memperkokoh berdirinya batang pohon yang tinggi besar. Contohnya seperti tanaman Kenari (Canarium indicum), yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:



Kenari (Canarium indicum) • Kerajaan : Plantae
• Divisi : Magnoliophyta
• Kelas : Magnoliopsida
• Ordo : Sapindales
• Famili : Burseraceae
• Genus : Canarium

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar